Desain Interior, Kontraktor & Furniture Surabaya
Hubungi kami: +62 -822 3644 4481 atau +62-812 3320 1275
30th Jun 2014 | by: admin

ANDA sedang menanti kehadiran bayi dalam waktu dekat ini? Pasti Anda sedang diliputi perasaan senang sekaligus berdebar-debar. Apalagi bila ini merupakan pengalaman pertama Anda.Anda bingung karena tidak memiliki kamar yang dikhususkan untuk bayi Anda?

Jangan bingung karena Anda bisa memanfaatkan salah satu ruangan atau kamar di rumah Anda untuk didekorasi menjadi kamar bayi. Namun, mendekorasi ulang sebuah kamar untuk beralih fungsi menjadi kamar lain, terutama kamar bayi, memerlukan perhatian ekstra agar kamar menjadi lebih aman untuk si ibu dan bayi yang dikandungnya.

Bila Anda memiliki rumah yang termasuk tua dan usianya sudah puluhan tahun, dindingnya pasti akan berwarna kehitaman. Untuk menjaga keselamatan sang bayi, cat dinding tersebut harus dihilangkan dan dilapisi pasir. Namun, ini bukanlah pekerjaan untuk ibu hamil. Segala sesuatu yang terhirup oleh ibu hamil, baik sengaja maupun tidak, akan memengaruhi janin yang ada di dalam kandungannya.

Bahkan, menurut desainer interior Johandi, ibu hamil sebaiknya “mengungsi” dulu saat kamar sedang direnovasi. Selain dilarang berada di jarak yang dekat saat renovasi, setelah renovasi pun ibu hamil harus berhati- hati jangan sampai menghirup aroma menyengat cat dinding yang memang sangat keras di hidung.

Bila ibu merasakannya, maka bayi dalam kandungan akan ikut merasakannya juga. Waktu pun sangat perlu diperhatikan. Pastikan renovasi kamar selesai satu sampai dua bulan sebelum bayi Anda lahir. Ini karena cat sebaiknya dibiarkan mengering secara sempurna. Sebab itu berarti racun-racun yang terkandung dalam aroma menyengatnya sudah hilang.

Pendekorasian ulang, selain pada dinding, juga perlu dilakukan pada lantai. Karpet baru, terutama yang dijahit pada bahan antinoda, perlu ditambahkan pada kamar bayi Anda.

“Bahan kimia yang terdapat pada karpet baru sangat mengandung racun yang dapat membahayakan saluran pernapasan atau mengganggu kesehatan bayi. Lebih baik lagi bila Anda menggunakan karpet lama yang baunya sudah tidak menyengat lagi,” kata Johandi.

Kalau memasang karpet merupakan suatu masalah, Anda harus mengganti lantai dengan menggunakan bahan material linoleum natural atau lantai berbahan dasar kayu paten. Salah satu alasan memakai kayu paten adalah karena noda yang berasal dari air lebih aman daripada yang berbahan minyak.

Apabila ada jendela di kamar bayi Anda, hati-hati terhadap gorden yang berbahan dasar antiapi. Banyak material dari barang tersebut yang mengandung zat kimia bernama PBDE. “Lindungi bayi Anda dengan menghindari membeli barang-barang dengan material tidak sehat tersebut,” ucap Johandi.

Alat-alat dan perangkat furnitur bayi bisa menjadi bahaya kalau orang tua tidak memperhatikan persoalan yang mungkin timbul. Pertama, buaian bayi yang sudah sangat lama bisa menjadi berbahaya. Carilah buaian bayi yang baru dan lebih modern. Tak perlu baru sekali, buaian bayi second hand juga bisa menjadi baru dan modern. Barang-barang berbahan dasar sintetis juga berpotensi mengandung PBDE. Karena itu, pastikan bahan material yang Anda pilih tidak berbahaya

SUMBER: artikel-menarik.com

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.